Saturday, 30 August 2008
kala senja itu tiba, ku termenung sendirian,
terasa diriku ini jauh dari rahmat Tuhan..
Dosa yang aku lakukan, menerjah ruang fikiran,
masihkah ada untuk ku keampunan..
Gelap rasa dunia ini, tanpa cahaya ilahi, baru kini
ku sedari jalan yang aku lalui, memusnah pedoman
hidup, melempar hati ku ini ke lembah kehinaan...
Dalam kegelapan itu, terbit cahaya dariMu,
memandu hambaMu menuju iman, menginsafi
diri dengan ketakwaan dan kesabaran,
Kau terangi jalan ku menuju syurgaMu dan kau
tunjuki dengan hidayahMu, hanya padaMu ku hadapkan
diri mohon keampunan...
Wahai yang maha pengasih bantulah hambaMu ini,
yg kian terumbang ambing di dalam arus duniawi,
ku berdoa kepadaMu memohon limpah rahmatMu,
mentari hidup ku kan bersinar kembali....
Friday, 29 August 2008
{Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta padaNya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.}(Ar-Rahman: 29)
Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung, dan angin bertiup kencang menerjang, semua penumpang kapal akan panik dan menyeru:"Ya Allah!" Ketika seseorang tersesat di tengah gurun pasir, kendaraan menyimpang jauh dari jalurnya, dan para kafilah bingung menentukan arah perjalanannya, mereka akan menyeru:"Ya Allah!" Ketika musibah menimpa, bencana melanda, dan tragedi terjadi, mereka yang tertimpa akan selalu berseru:"Ya Allah!"
Ketika pintu-pintu permintaan telah tertutup, dan tabir-tabir
permohonan digeraikan, orang-orang mendesah: "Ya Allah!"
Ketika semua cara tak mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa
menyempit, harapan terputus, dan semua jalan pintas membuntu, mereka pun menyeru: "Ya Allah!"
Ketika bumi terasa menyempit dikeranakan himpitan persoalan hidup, dan jiwa terasa tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus kita pikul, menyerulah:"Ya Allah!"
Ku ingat Engkau saat alam begitu gelap gelita, dan wajah zaman berlumuran debu hitam Ku sebut namaMu dengan lantang di saat fajar menjelang, dan fajar pun merekah lantas menebar senyuman indah Setiap ucapan baik, doa yang tulus, rintihan yang jujur, air mata yang menitis penuh keikhlasan, dan semua keluhan yang menggundahgulanakan hati adalah hanya pantas ditujukan ke hadiratNya. Setiap dini hari menjelang, tengadahkan kedua telapak tangan, julurkan lengan penuh harap, dan arahkan terus tatapan matamu ke arahNya untuk memohon pertolongan! Ketika lidah bergerak, tak lain hanya untuk menyebut, mengingat dan berzikir dengan namaNya.
Dengan begitu, hati akan tenang, jiwa akan damai, saraf tak lagi menegang, dan iman kembali berkobar-kobar. Demikianlah, dengan selalu menyebut namaNya, keyakinan akan semakin kukuh.
Kerana Allah: nama yang paling bagus, susunan huruf yang paling indah, ungkapan yang paling tulus, dan kata yang sangat berharga.
{Apakah kamu tahu ada seseorang yang sama dengan Dia (yang patut
disembah)?} (Maryam: 65)
Allah: milikNya semua kekayaan, keabadian, kekuatan, pertolongan,
kemuliaan, kemampuan, dan hikmah.
{Milik siapakah kerajaan pada hari ini? Milik Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.} (Ghafir: 16)
Allah: dariNya semua kasih sayang, perhatian, pertolongan, bantuan,cinta dan kebaikan.
{Dan, apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah jualah. (datangnya).} (An-Nahl: 53)
Allah: pemilik segala keagungan, kemuliaan, kekuatan dan keperkasaan. Betapapun ku lukiskan keagunganMu dengan deretan huruf, KekudusanMu tetap meliputi semua arwah Engkau tetap Yang Maha Agung, sedang semua makna, akan lebur, mencair, di tengah keagunganMu, wahai Rabku
Ya Allah, gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikan kesedihan itu awal kebahagian, dan usirkan rasa takut ini menjadi rasa tentram. Ya Allah, dinginkan panasnya kalbu dengan salju keyakinan, dan padamkan bara jiwa dengan air keimanan.
Wahai Rabb, anugerahkan pada mata yang tak dapat terpejam ini rasa memandang padaMu yang menenteramkan. Tuangkan dalam jiwa yang bergolak ini kedamaian. Dan, ganjarlah dengan kemenangan yang nyata.
Wahai Rabb, tunjukkanlah pandangan yang kebingungan ini kepada cahayaMu. Bimbinglah sesatnya perjalanan ini ke arah jalanMu yang lurus. Dan tuntunlah orang-orang yang menyimpang dari jalanMu merapat ke hidayahMu.
Ya Allah, jauhkanlah keraguan terhadap fajar yang pasti datang dan memancar terang, dan hancurkan perasaan yang jahat dengan secercah sinar kebenaran. Hempaskan semua tipu daya syaitan dengan bantuan bala tentaraMu.
Ya Allah, hindarkan dari kami rasa sedih dan duka, dan usirlah
kegundahan dari jiwa kami semua. Kami berlindung kepadaMu dari setiap rasa takut yang mendera. Hanya kepadaMu kami bersandar dan bertawakal. Hanya kepadaMu kami memohon, dan hanya dariMu lah semua pertolongan. Cukuplah Engkau sebagai Pelindung kami, kerana Engkaulah sebaik-baik Pelindung dan Penolong.
Monday, 25 August 2008
Bagi orang yang berpikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam 'ruang' penglupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam 'penjara' pengacuhan selamanya. Atau, diletakkan di dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang demikian, kerana masa lalu telah berlalu dan habis. Kesedihan tak akan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tak akan sanggup memperbaikinya kembali, kegundahan tidak akan mampu merubahnya menjadi terang, dan kegalauan tidak akan dapat menghidupkannya kembali, kerana ia memang sudah tidak ada.
Membaca kembali lembaran masa lalu hanya akan memupuskan masa
depan, mengendurkan semangat, dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga. Dalam al-Qur'an, setiap kali usai menerangkan kondisi suatu kaum dan apa saja yang telah mereka lakukan, Allah selalu mengatakan, "Itu adalah umat yang lalu." Begitulah, ketika suatu perkara habis, maka selesai pula urusannya. Dan tak ada gunanya mengurai kembali bangkai zaman dan memutar kembali roda sejarah.
Orang yang berusaha kembali ke masa lalu, adalah tak ubahnya orang
yang menumbuk tepung, atau orang yang menggergaji serbuk kayu.
Satu ketika dulu, nenek moyang kita selalu mengingatkan orang yang
meratapi masa lalunya demikian: "Janganlah engkau mengeluarkan mayat-mayat itu dari kuburnya." Dan konon, kata orang yang mengerti bahasa binatang, sekawanan binatang sering bertanya kepada seekor keledai begini, "Mengapa engkau tidak menarik gerobak?"
"Aku benci khayalan," jawab keldai.
Adalah bencana besar, manakala kita rela mengabaikan masa depan
dan justeru hanya disibukkan oleh masa lalu. Itu, sama halnya dengan kita mengabaikan istana-istana yang indah dengan sibuk meratapi puing puing yang telah lapuk. Padahal, betapapun seluruh manusia dan jin bersatu untuk mengembalikan semua hal yang telah berlalu, niscaya mereka tidak akan pernah mampu. Sebab, yang demikian itu sudah mustahil pada asalnya.
Orang yang berpikiran jernih tidak akan pernah melibat dan sedikitpun menoleh ke belakang. Pasalnya, angin akan selalu berhembus ke depan, air akan mengalir ke depan, setiap kafilah akan berjalan ke depan, dan segala sesuatu bergerak maju ke depan. Maka itu, janganlah pernah melawan sunah kehidupan!
Friday, 27 June 2008
Bila mentari menyinar,
ku rasa bahangnya membakar,
bila mentari tunduk ke bumi,
ku rasa diri ini sunyi,
tiada teman seorang diri.
Dalam kepekatan malam ku lihat,
ada bintang-bintang kecil turut bersama,
ohh.. indahnya ciptaan Tuhan,
pada yang mahu memikirkan,
rahsia segala yang tercipta,
tersembunyi pada kurniaan rahmatnya.
Di sebalik terang sinar suria,
ada yang buta melihat dunia,
namun pada malam yang gelita,
ada insan yang terus berdoa.
.. sumenye ttg bintang, ilham dari kawakib...
Tuesday, 17 June 2008
"murur ma'ak ya astar"(berhentikan aku di Murur). Kedengaran suara separuh menjerit dari us Yasir membuatkan pemandu memberhentikan tramconya di Murur, satu tempat yang tidak asing lagi bagi pelajar Malaysia yang belajar di bumi Mansurah Mesir, khususnya bagi pelajar ikhwah yang mengambil jurusan Bahasa Arab dan Usuluddin.
Aku antara ratusan pelajar Malaysia yang menetap di Murur dan berhampiran dengan kuliah banin. Pada waktu sebegini, masa cuti penggal akhir pengajian di universiti Al-Azhar kebiasaannya Us. Yasir akan datang ke rumah ku untuk sama2 bermuzakarah kitab nahu(salah satu matapelajaran Bahasa Arab). Kalau dahulunya Us. Yasir adalah sahabat yang sama2 menyewa rumah bersama ku, tapi sekarang rentak hidupnya sudah berbeza. Aku dengan zaman solo ku dan Us. Yasir pula sudah selamat berumah tangga sejak dari tahun lepas.
Kembali kepada kitab..........
Kawakib Durriyyah di karang oleh ulama' yang masyhur Sheikh Muhammad bin Muhammad bin Abdul Bari Al-Ahdali. Kitab ini antara ribuan kitab2 nahu dan sering di bacakan di Pondok2 sekitar Malaysia. Ia(bintang2) merupakan pelengkap dan penyempurnaan bagi kitab Ajrumiah(Matan Ajrumiah). Hari ini aku telah belajar banyak perkara dalam kitab ni, sedar xsedar dah banyak muka surat telah kami bincangkan semenjak beberapa hari yang lepas. Aku, Us. Yasir dan Us. Basyir. Sekarang, sudah hampir satu jam kami di ruang tamu....
Untuk hari ini mudah2an segala ilmu yang kami pelajari dapat memberi manfaat di kemudian hari. Semoga kami sentiasa istiqamah hingga akhirnya. Sehingga bintang2 yang tinggi dapat di capai.... Untuk hari esok dan mendatang kita tidak pasti dengan jelas apa yang akan berlaku pada diri kita. So, untuk hari ini pergunakan masa yang ada dengan sebaik mungkin.......
Allahumma yassir, wala tu a'ssir......![]()
Labels: cara berbakti, mesir
Sunday, 15 June 2008

malam ni baru nk cube2 menulis. "tulisan harini untuk kenangan masa depan.." bersungguh-sungguh pade(ahli bait aku yang hebat dlm tulis2 blog nih) menjelaskan prinsipnya tentang tulisan dlm blog. mungkin ade btolnya. ape yang aku ade sebagai kenangan hidup aku sebelum ni??.. zero. kosong. ni kire percubaan pertama la.. kalau x ok,aku delete jer lepas ni.. ape2 hal pon sape nk amek peduli psl hidup aku.
ini saya punya hidup. saya yang menggerakkan tgn ni utk menulis. saya yang teringin nk buat blog.. ini kisah hidup saya!!.......
korang boleh pg jahanam dgn komen yg x membina..![]()
Labels: mesir
